Pesona Ranu Kumbolo part1

Persiapan

Untuk ke sekian kali saya ikut Open trip yang di adakan oleh Wisata Bareng, kali ini tujuannya  Ranu Kumbolo. Keinginan untuk mengunjungi Ranu Kumbolo sudah lama sekali dan  alhamdulilah akan segera terlaksana.

Trip ini di ikuti oleh 20 peserta  yang terdiri dari 19 dewasa dan 1 anak, serta di kawal oleh 3 orang Korlap (kordinator lapangan) dari Wisata Bareng. O’ya perjalanan ini bersistem Open Trip, yaitu seluruh peserta yang ikut membayar sejumlah biaya perjalanan dan penyelenggaran memberikan fasilitas seperti biaya transport, makan, simaksi, tenda, tiket wisata dll (kecuali kepentingan pribadi).

Sebagian peserta sudah saling kenal karena sudah pernah pergi bareng, mereka ada yang teman kerja, teman main atau tergabung dalam group WA. Saya sendiri tergabung dalam group WA mdpl yang terdiri dari Rasi, Iis, Adwina, siti Nur, Iman, bang Ruly, Yusuf (owner Wisata Bareng). Uni Adwina membawa serta putranya yang ganteng bernama Rajiv umur 9 tahun, serta seorang keponakannya yang dari datang dari Padang yaitu uda Aul.

Mulailah kami persiapan pembelian tiket untuk ke Malang, karena kita ber-23 orang  (22 dewasa + 1 anak) maka untuk pembelian tiket di koordinasi oleh korlap Wisbar. Akhirnya kami  naik kereta Matarmaja ke Malang pada hari Jumat tanggal 26 Agustus 2016 jam 15.15 . Perjalanan menggunakan kereta ekonomi ini memerlukan waktu 17 jam lamanya untuk tiba di kota Malang. Transportasi ekonomi yang nyaman untuk perjalanan yang santai .

IMG-20160829-WA0048
Menuju Kota Malang menggunakan kereta ekonomi Matarmaja

Tiba di stasiun Malang jam 8.00 pagi, kami bersih-bersih diri dan sarapan pagi di warung yang terletak di sekitar stasiun. Setelah selesai kami melanjutkan perjalanan dengan sewa angkot menuju  ke daerah pasar Tumpang Malang, karena kita ber-23 orang maka angkot yang di pakai sebanyak 2 mobil.  Lama perjalanan dari stasiun Malang ke daerah pasar Tumpang Malang kira-kira 1,5-2 jam.  Di sana kami transit dan ganti mobil menggunakan jeep serta membeli logistik untuk persiapan di Ranu Kumbolo.

Sebelum melanjutkan perjalanan mengunakan mobil jeep, kami sholat dhuhur dan makan siang. Sekitar jam 13.00 setelah seluruh peserta siap, kami ber-23 orang (20 peserta dan 3 orang korlap) ditambah  2 orang bule (titipan) akhirnya naik mobil Jeep kap terbuka menuju desa Ranu Pane.

IMG-20160829-WA0220
Mobil Jeep merah Siap berangkat menuju Ranu Pane

Sebelum perjalanan kami berdoa dan minta perlindungan Allah SWT untuk keselataman dan kelancaran perjalanan menuju Ranu Pane.

Perjalanan menuju Ranu Pane ini kira-kira memakan waktu 2 jam lamanya,  sepanjang perjalanan kami di suguhi pemandangan yang indah dan menakjubkan karena melewati deretan bukit teletabis serta wilayah coban pelangi. Sendau gurau dan bernyanyi kami lakukan sambil menikmati pemandangan yang sangat indah.

Alhamdulilah sopir dan mobil jeep yang kami naiki cukup  lincah  mengikuti  jalanan berupa tikungan dan tanjakan serta turunan dan tibalah kami di desa Ranu Pane.

IMG-20160901-WA0070
Memasuki desa Ranu Pane

Ranu Pane

Adalah desa terakhir dan base camp sebelum melakulkan pendakian ke Gunung Semeru, terletak di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.  Ranu Pane merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Desa Ranu Pane ini terletak di ketinggian 2.100 mdpl dan di huni mayoritas oleh suku Tengger yang hidup dari pertanian berupa kentang, kubis dan bawang daun.  Selain pertanian, desa ini juga menyediakan jasa wisata seperti homestay, souvenir, warung makan,  persewaan alat camping dan pemandunya.

Di desa Ranu Pane ini dilakukan pendaftaran dan  briefing bagi seluruh peserta yang akan menuju Ranu Kumbolo dan pendakian ke Semeru, gunung tertinggi di Jawa.  Untuk pendaftaran setiap peserta harus membayar tiket masuk serta di lampiri copy KTP dan surat keterangan sehat dari dokter.

IMG_7436
Briefing oleh petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)

Setelah dilakukan briefing oleh petugas yang memakan waktu 1 jam lamanya, akhirnya kami diberikan izin dan tiket masuk ke Ranu Kumbolo Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Tetapi sayang sekali Rajiv (putrnya uni Wina), tidak di izinkan untuk ikut ke Ranu Kumbolo oleh petugas TNBTS, karena untuk keselamatan dan keamanan. Maka dengan berat hati uni Wina dan Rajiv tetap tinggal di base camp Ranu Pane .

Persiapan dan packing kembali dilakukan sebelum kami melakukan pendakian ke Ranu Kumbolo, repacking barang-barang yang perlu di bawa serta pengecekan headlamp, senter serta peralatan camping lainnya.

IMG_7450
Pintu gerbang Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)

Di mulai dengan doa dan briefing dari korlap Wisata bareng, kami berdoa untuk kesehatan dan keselamatan seluruh peserta. Kami di ingatkan untuk selalu berhati-hati,  mengingat perjalanan mulai di sore hari serta sudah mulai gelap. Jam 17.00 kami mulai melakukan perjalanan ke Ranu Kumbolo, yang memerlukan waktu kira-kira 7 jam lamanya.

Dengan diiringi doa-doa selama perjalanan kami jalan beriringan saling menjaga satu sama lain dan bagi saya ini ke-2 kali perjalanan mendaki yang di mulai sore hari (pertama mendaki gunung Merbabu).

Perjalanan yang di lakukan sore hari hingga malam ini memerlukan konsentrasi terutama pada mata dan pendengaran. Kami selalu mengikuti aba-aba yang di berikan oleh korlap serta mentaatinya. Bila dalam perjalanan terasa lelah, maka kami beristirahat bersama. Setiap langkah kami nikmati dan selalu mengingatkan kawan lainnya bila ada akar pohon atau  batu di jalan yang kami lalui, karena jalannya kadang turun naik, kadang luas atau jalan setapak.

Dalam perjalanan mendaki tersebut ada yang cepat dan lambat, maka diatur strategi yaitu : pejalan kecepatan lambat di depan, pejalan kecepatan sedang di tengah dan pejalan paling cepat di belakang.  Ini dilakukan ada pejalan lambat tak tertinggal.

Selamat pagi Ranu kumbolo

Ranu Kumbolo adalah sebuah danau gunung di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Letaknya di Pegunungan Tengger, di kaki Gunung Semeru. Danau Ranukumbolo ini berada di ketinggian 2.400 mdpl dan luas 15 Ha, serta suhu -5 s/d -20 oC jadi bisa dibayangkan bila malam atau pagi hari sangat dingin. Brrr…

P_20160828_084027
Pesona Ranu Kumbolo

Tiba di Ranu Kumbolo sekitar jam 23.00, setelah agak kesasar sedikit karena tertinggal. Saat dalam perjalanan ke Ranu Kumbolo ini, salah satu peserta wanita (Mia) kurang sehat badannya tentu saja  kami harus berjalan lambat dan beristirahat sejenak.

Tetapi apa daya karena peserta yang lain jalannya cukup cepat maka kami kehilangan jejak, ditambah tingginya rumput di sekitar yang menghalangi pandangan mata kami. Kami ber-4 berteriak memanggil nama korlap Wisbar, tetapi tak ada yang mendengar. Teriakan kami di dengar oleh pendaki yang saat itu telah mendirikan tenda di sekitar Danau Ranu Kumbolo. Mereka berusaha membantu kami untuk menemukan tenda rombongan wisata Bareng. Lokasi Ranu Kumbolo ini sangat luas dan di apit oleh pegunungan, kami kira sudah tiba di lokasi karena dalam pandangan kami sudah terlihat kilauan air danau dan lampu-lampu tenda yang menyala,

Akhirnya kami di jemput oleh Bang Ruly (korlap Wisbar) dan ternyata masih diperlukan berjalan kaki sekitar 1 km lagi menuju tenda rombongan kami, dengan melalui jalan setapak yang yang di kanan kirinya ditumbuhi rumput dan ilalangnya sangat tinggi.

Alhamdulilah kami tiba di tenda, yang telah di siapkan oleh crew wisbar. Setelah berganti pakaian kami sholat Isya dan beristirahat sejenak, kemudian kami menyantap makanan yang telah tersedia dan di masak oleh porter penduduk  asli Tengger. “Nikmat yang manakah yang kau dustaikan“, Allah memberikan kesempatan pada saya untuk menikmati malam di Ranu Kumbolo yang di capai dengan berjalan kaki selama 7 jam, Subhanallah ..

Setelah seleasai makan, malam itu kami langsung beristirahat dan bobo cantik di tenda masing-masing. Saya bersama 3 orang teman yaitu Iis, Ray dan Mia berada dalam tenda, kami agak khawatir dengan kondisi Mia yang badannya lelah, alhamdulihah setelah diberikan minyak penghangkat dan minum obat berangsur pulih dan segar .

Jam 5 pagi kami bangun dan melaksanakan sholat shubuh didalam tenda, karena diluar dinginnya sangat dan kabut masih terlihat tebal. Cuaca agak mendung saat itu, kami mendapati rumput di sekitar tenda basah oleh embun dan rintikan hujan.

IMG_7483
Ranu Kumbolo 2.400 mdp

Perlahan matahari mulai menampakan keceriannya, kami pun mulai keluar dari tenda untuk menikmati alam sekitar. Subhanallah…ternyata banyak sekali tenda dan berwarna warni pula. Kami mulai berfoto-foto mengabadikan moment ini, tetapi sayang sang matahari masih terlihat malu-malu.

IMG-20160829-WA0193
Refleksi foto di Danau Ranu Kumbolo

Danau Ranu Kumbolo yang magis mulai terlihat kilauan airnya dan keindahan di sekelilingnya. Karena tak mau ketinggalan oleh cantiknya danau ini, walau dalam keadaan dingin, kami mulai mencari spot untuk foto-foto di sekitar danau tersebut.

14191370_10208253032707065_386285853_o
Assalamualaikum Ranu Kumbolo

Tanjakan Cinta

Sekitar jam 8 cuaca agak terang, kami pun berjalan kearah tanjakan cinta dan menikmati mitos “ bila berjalan di tanjakan ini jangan menoleh ke belakang”. Kalau saya ga percaya mitos ini, karena aku sudah menikah hahahah.

2018-02-28-08-29-44

Nikmati setiap langkah di tanjakan cinta ini dengan rasa syukur dan menolehlah ke belakang, kalian akan melihat pemandangan yang menakjubkan. Subhanallah…puji syukur karena Allah SWT telah memberikan kesempatan pada saya untuk menjejakan kaki ini di Ranu Kumbolo.

IMG-20160830-WA0031
View Danau Ranu Kumbolo dari Tanjakan Cinta

Memandangi lembah dan perbukitan ini menambah rasa syukur saya, karena dapat merasakan dan menikmati keindahan ini secara langsung, alam ini memberikan ketenangan bagi jiwa-jiwa yang bersyukur. Berjalanlah kalian dimuka bumi, maka akan kita temukan rasa Syukur.

Oro Oro Ombo

Balik tanjakan cinta yang sangat populer ini akan kita temukan Oro Oro Ombo yaitu lembah yang di penuhi bunga liar Verbena Brasiliensis Vell berwarna unggu, Tumbuhan yang berasal dari Amerika Selatan tersebut merupakan tumbuhan semak tahunan atau berumur pendek. Saat ini sudah membentuk hamparan luas di Oro-Oro Ombo Semeru sebanyak 20-an hektare  dan hamparan bunga ini terlihat sangat cantik.

P_20160828_093302
bunga liar Verbena Brasiliensis Vell berwarna unggu sepintas mirip bunga Lavender

Di balik keindahannya, tanaman ini menyimpan ancaman ekologis karena menyerap air sangat banyak dan cepat membuat daerah di sekitarnya kekeringan. Jadi bunga ini boleh di petik dan di bawa pulang dengan syarat jangan tercecer di jalan karena bisa membantu penyebaran bunga tersebut.

Oro-Oro Ombo ini sangat indah landskapnya paduan warna hijau, kuning dan unggu serta di keliling hutan pinus, sangat cocok buat kalian yang instagrammer banget untuk berfoto-foto ria. saat kami tiba di Oro Oro Ombo sebagian bunga sudah berwarna hitam .

P_20160828_093043
Oro-Oro Ombo di penuhi bunga Verbena Brasiliensis Vell yang sudah menghitam

So…..jika kalian datang ke Ranu Kumbolo kunjungi juga Oro oro Ombo ini dan datanglah antara April – September akan semakin viewnya semakin keceh.

P_20160828_094531
Oro-oro Ombo yang instagramble

Cemoro kandang

ini adalah jalur menuju ke gunung Semeru, Cemoro kandang kira-kira jaraknya 2,5 km dari Ranu Kumbolo dan berada di ketinggian 2.500 mdpl. Di Cemoro Kandang terdapat hutan pinus dan padang rumput yang indah.

P_20160828_095909
Ku makan pisang dan tahu goreng di Cemoro Kandang

O,ya di Cemoro Kandang ini ada penjual pisang goreng dan buah semangka lho….mengingat ini di atas bukit dan memerlukan waktu untuk mencapainya. Saya merasa bersyukur masih ada orang-orang yang mencari rezeki dengan berdagang.

Setelah puas menikmanti indahnya Cemoro Kandang, kami hanya bertiga ( Saya, Nur dan Achi) kembali ke tenda di Ranu Kumbolo. Karena perut sudah lapar dan harus packing untuk kembali ke Ranu pane.

Saat tiba di tenda, teman-teman yang lain sudah berkumpul dan siap sarapan bersama di tenda, kami menikmati setiap suap makanan dengan rasa syukur.

IMG-20160829-WA0053
Ini tenda kami : inframe Mia, Ray, saya, iis (dari kiri)

Selesai makan kami, mulai packing barang-barang bawaan kami dan siap-siap kembali ke Ranu Pane (base camp). Karena waktu jua kami harus rela meninggalkan Ranu Kumbolo.  Ranu Kumbolo..saya jatuh cinta

 

IMG_7606
sebagian Peserta Trip Ranu Kumbolo

Jam 12.30 lewat kami mulai meninggalkan area danau Danu Kumbolo, sebelum memulai perjalanan kami berdoa dan saling mengingatkan agar selalu hati-hati dan berjalan bersama.

Saya tiba di base camp Ranu Pane sekitar jam 17.30, perjalanan ke dari Ranu Kumbolo ke Ranu Pane kira-kira 5 jam lamanya lebih cepat. Selain karena dilakukan siang hari dan jalanan yang kami lalui menurun ini membantu kecepatan dalam perjalanan.

Tiba di base camp, kami di sambut uni Wina dan Rajiv. Mereka menyambut kami yang baru turun dengan suka cita dengan di suguhi teh manis panas, Alhamdulilah nikmatnya. Rajiv senang sekali melihat teman-teman ibunya berkumpul kembali.

Alhamdulilah seluruh peserta sudah tiba di basecamp sebelum magrib, semua selamat dan sehat hanya terasa agak pegal-pegal kaki dan badan. Setelah mandi, kami makan di warung nasi sekitar basecamp. Makanan yang saya pilih yaitu soto karena udara dingin nikmatnya makan yang hangat-hangat.

Malam itu kami menginap di basecamp dan setelah sholat isya, semua peserta mencari tempat yang nyaman untuk tidur. Kami tidur di lantai yang beralaskan karpet dan menggunakan sleepingbed untuk menghangatkan tubuh. Walaupun lelah dan berusaha untuk tidur, mata saya tak dapat di penjamkan karena suara dengkuran yang saling bersahutan terdengar nyaring sekali. Akhirnya tanpa terasa pagi telah di tiba.

Walaupun udara terasa dingin kami harus bangun  untuk melaksanakan sholat shubuh dan tentunya antri mandi pagi, walaupun airnya dingin sekali kami harus mandi karena sudah 2 hari tidak mandi heheheh.

bersambung ya..tunggu launchingnya part2

9 tanggapan untuk “Pesona Ranu Kumbolo part1

    1. ya, Ranukumbolo emang endang dah…pingin lagi kesana, pingin liat hijaunya tanjakan cinta dan ungunya oro oro ombo. kuy…
      makasih udah mampir neng mela

Tinggalkan Balasan